So sad so happy
Duarrrr!!
Lagi lagi hari hari seperti ini membuat hatiku terharu. Kabar suka cita datang dari sahabat kecilku. Sahabat yg sudah seperti keluarga. Usianya setahun dibawahku tapi perlakuannya memperlakukan ku seolah-olah aku adiknya. Anak yg baik, cerdas, bijak, tapi agak plin-plan. Dari bangku sekolah putih biru aku panggil dia bendul sampai sekarang kita usia kurang lebih 19 tahun.
Selera humor nya biasa aja, tapi kalau lagi cerita berdua ketawanya ngalahin studio stand up comedy.
Dia yang susah liat orang susah. Itu sih yang memang ada didalam dirinya. Sejak seragam putih merah kami selalu bercanda yang kami buat-buat seolah lucu. Tapi memang lucu, karena tawanya seperti magnet yang menarik aku untuk ikutan ketawa.
Ah!! Kalau di ingat lebih jauh, sosok kaya dia emang mudah ditemukan, tapi momen dengannya gak bisa dilupain apalagi disama-samain.
Lagi-lagi aku menitikkan air mata. Bahagia. Itu kata yang menggambarkan perasaanku. Setelah beberapa bulan lalu sahabat kecilku juga memulai hari barunya dengan orang yang dia cintai. Hari ini sahabat ku yg lain menyusul. Kemungkinan semakin sedikit waktu untuk kami sekedar bercanda bareng dikamar mungilnya. Atau bahkan gak bisa lagi terulang.
Tidak masalah, itu dalam otakku. Karena bagaimanapun kalian tetap sahabatku. Selalu. Aku bersyukur tuhan memberikan manusia receh seperti kalian.
Hahaha aku ingin tertawa puas lagi sama kalian, sahabat..
in memorable, icha dan yani.. Bahagia terus ya sama pasangan kalian. Aku turut bahagia, pasti.
Lagi lagi hari hari seperti ini membuat hatiku terharu. Kabar suka cita datang dari sahabat kecilku. Sahabat yg sudah seperti keluarga. Usianya setahun dibawahku tapi perlakuannya memperlakukan ku seolah-olah aku adiknya. Anak yg baik, cerdas, bijak, tapi agak plin-plan. Dari bangku sekolah putih biru aku panggil dia bendul sampai sekarang kita usia kurang lebih 19 tahun.
Selera humor nya biasa aja, tapi kalau lagi cerita berdua ketawanya ngalahin studio stand up comedy.
Dia yang susah liat orang susah. Itu sih yang memang ada didalam dirinya. Sejak seragam putih merah kami selalu bercanda yang kami buat-buat seolah lucu. Tapi memang lucu, karena tawanya seperti magnet yang menarik aku untuk ikutan ketawa.
Ah!! Kalau di ingat lebih jauh, sosok kaya dia emang mudah ditemukan, tapi momen dengannya gak bisa dilupain apalagi disama-samain.
Lagi-lagi aku menitikkan air mata. Bahagia. Itu kata yang menggambarkan perasaanku. Setelah beberapa bulan lalu sahabat kecilku juga memulai hari barunya dengan orang yang dia cintai. Hari ini sahabat ku yg lain menyusul. Kemungkinan semakin sedikit waktu untuk kami sekedar bercanda bareng dikamar mungilnya. Atau bahkan gak bisa lagi terulang.
Tidak masalah, itu dalam otakku. Karena bagaimanapun kalian tetap sahabatku. Selalu. Aku bersyukur tuhan memberikan manusia receh seperti kalian.
Hahaha aku ingin tertawa puas lagi sama kalian, sahabat..
in memorable, icha dan yani.. Bahagia terus ya sama pasangan kalian. Aku turut bahagia, pasti.
Komentar
Posting Komentar