TORN
Hai kamu yang membuat aku bahagia
Hai kamu yang membuat aku senang
Hai kamu yang membuat aku senang
Hai kamu yang membuat aku tertawa
Hai kamu yang membuat aku nyaman
Hai kamu yang membuat aku bersedih
Hai kamu yang membuat aku menangis
Hai kamu yang membuat aku tak karuan
Hai kamu yang membuat aku tak habis fikir
Hai kamu yang membuat aku risau
Hai kamu yang membuat aku khawatir
Hai kamu yang membuat aku Resah
Hai kamu yang membuat aku RINDU.
Katanya,
sederhana jika mencintai seseorang, tapi
menurutku tak sesederhana itu. Terkadang ada hal yang rumit untuk mencintaimu,
ada hal yang aku juga tak bisa fikirkan bila memikirkanmu. Lebih lucu ketika
aku mencintaimu dalam diam, sakit sendirian, senangpun sendirian. Padahal objeknya
adalah kamu.
Entah aku yang terlalu bodoh atau bagaimana, tapi
yang aku alami ini nyata. Rasanya aku ingin pergi jauh, ke tempat yang banyak
bintang, banyak bunga-bunga, dihamparan padang yang luas, bebas lepas. Bukan laut,
aku takut air, aku takut pantai, karena disana dia akan menghanyutkan ku
kedasar laut yang kelam dan mengambang pada kehampaan.
Ini tentang masa itu, masa dimana aku selalu duduk
dibelakang kamu,
Masa dimana aku harus pegang erat-erat baju kamu
supaya tidak jatuh
Masa dimana aku harus bersandar dipundak kamu supaya
tidak lelah.
Kadang,
Aku merasa kita salah jalan, dan itu karena aku yang
salah langkah. Aku pernah tidak perduli terhadapmu yang memperdulikanku,
Terhadapmu yang khawatir tentang aku
Terhadapmu yang bahagia karena aku
Tentangmu yang rindu ingin bertemu
Tentangmu yang patah, saat membutuhkanku
Dan kamu yang akhirnya merasa tersia-siakan,
Sekarang,
Aku tersadar kamu yang pernah terluka setelah keperdulianmu
ku abaikan
Kamu yang kecewa setelah harapanmu yang ku mainkan
Kamu yang pergi dan menganggap seolah tak pernah
terjadi.
Kamu pemaaf, kamu tak mau mendendam, tapi lukamu ?
tentu bukan aku yang bisa mengobatinya. Hanya saja, mungkin orang lain yang
dengan mudah menutupi sakitnya hatimu. Aku, sadar akan kekecewaanmu. Dan aku
tak bisa mengembalikan semua tentang kita. Tapi kamu hebat, setelah aku yang
merasa bersalah ini sadar kamu bahkan bukan tidak perduli, tapi kamu menjadi
lebih bijak, tidak untuk melupakan hanya saja kamu masih percaya pada waktu. Tidak
bisa dipastikan apakah kita bisa kembali dekat ? atau hanya sekedar teman biasa
? atau bahkan lebih ? kalau kamu percaya pada waktu, berarti aku masih punya
kesempatan.
Aku,
Tidak akan memaksa perasaanmu, aku mulai mengerti
pada apa yang membuat kita seperti ini.
Komentar
Posting Komentar